Reportase ITC Brings Linux to School 2010 Episode 1: SMA Negeri 1 Pare

Diposting oleh Rotua Damanik Rabu, 12 Mei 2010

"ITC Brings Linux to School" merupakan suatu program kerja yang diadakan oleh UKMF Information Technology Center dalam rangka mensosialisasikan dan mengenalkan sistem operasi terbuka GNU/Linux dan perangkat lunak yang terdapat di dalamnya ke sekolah tingkat menengah di kabupaten dan kota yang terdapat di Jawa Timur. Acara ini dilaksanakan pertama kali pada tahun 2009 dan telah menyinggahi beberapa kota seperti Mojokerto, Jombang, Madiun, Bangkalan, dan Sumenep.


Setelah sempat vakum beberapa bulan tanpa ada kegiatan sosialisasi, akhirnya pada bulan April 2010 dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, acara "ITC Brings Linux to School" kembali bergerak dengan target SMA Negeri 1 Pare di Kabupaten Kediri. Dengan beranggotakan 16 orang yang kebanyakan adalah anggota muda UKMF ITC, tim berangkat dari kampus Unijoyo pada tanggal 29 April dan tiba di Pare pada malam hari. Perjalanan ditempuh menggunakan sepeda motor dan setibanya di Pare langsung mengadakan persiapan di SMA Negeri 1 Pare, walaupun hari sudah larut malam. Beberapa PC berhasil dipasang BlankOn 6 Naggar untuk kepentingan acara keesokan harinya tapi kebanyakan gagal karena kurangnya spesifikasi PC yang ada, tim sempat mencurigai CD-ROM drive sebagai biang keladinya.

Acara "ITC Brings Linux to School" pada tanggal 30 April dimulai pada pukul 08.30 WIB bertempat di Laboratorium Komputer SMA N 1 Pare. Acara diawali dengan kata sambutan dari Kepala Sekolah Bpk. Drs. Sugirto, MM dan dilanjutkan dengan sambutan kedua dari Ketum ITC Ahmad Ilham Hariyanto. Dalam sambutannya kepala sekolah berpesan hendaknya apa yang akan disampaikan pemateri nanti dapat menjadi wawasan baru bagi siswa/i peserta acara dan hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan bersekolah.

Setelah acara sambutan selesai, pemateri mulai bercuap-cuap memberikan materi. Materi pertama disampaikan oleh Aris Eko Priyanto dengan judul "Linux for Education". Dalam materinya Aris menyampaikan pengenalan tentang apa itu sistem operasi GNU/Linux, mengapa harus menggunakan GNU/Linux di sekolah, apa keuntungan menggunakan GNU/Linux, hingga pengenalan berbagai macam aplikasi untuk pendidikan di GNU/Linux. Selain itu, pemateri juga mengenalkan beberapa distro karya anak bangsa seperi Kuliax, BlankOn, dan Schoolonoffline. Mas Aris juga mengenalkan distro Sabily yg dulu dikenal sebagai Ubuntu Moslem Edition yang versi tebarunya menggunakan code name Gaza. Para peserta cukup antusias melihat demo berbagai aplikasi pendidikan (Stellarium, Kalzium, Tuxmath) dan aplikasi Islami (Al-quran 30 juz beserta audionya) di distro ini.

Pemateri yang kedua adalah Bang Rotua Halomoan Damanik aka rotyyu aka Preman Terminal. Bang Preman ini menjelaskan berbagai aplikasi  yang merupakan aplikasi pengganti untuk aplikasi yang mempunyai fungsi yang sama dengan sistem operasi Windows. Dimulai dengan aplikasi perkantoran atau istilah kerennya office suite OpenOffice.org writer, calc, dan impress. Lalu dipaparkan juga aplikasi untuk desain grafis seperti GIMP untuk pengolah foto dan Inkscape untuk pengolah gambar vektor. Dilanjutkan dengan penjelasan tentang berbagai aplikasi edukasi seperti kbruch, potato guy, step, stellarium, kalzium, dll.

Sesi terakhir diisi dengan demo simulasi gerhana matahari total menggunakan Stellarium oleh Bang Preman, lalu demo menggambar manga menggunakan Inkscape oleh Slametux, dilanjutkan dengan demo menggebuk drum digital menggunakan Hydrogen oleh Lukman (keduanya ditodong oleh Bang Preman), dan diakhiri oleh Aris dengan demo penggunaan Tux Guitar untuk membuat musik digital.

Setelah materi-materi selesai disampaikan, dibuka sesi tanya jawab untuk semua peserta. Namun berhubung peserta kurang aktif dalam bertanya, Afif selaku MC berinisiatif mengadakan games dadakan dengan membuat kuis tentang materi yang telah disampaikan. Setiap peserta yg berhasil menjawab pertanyaan akan mendapatkan hadiah berupa majalah InfoLinux. Selain kuis diadakan juga game untuk menyelesaikan beberapa penyelesaian menggunakan TuxMath, walaupun terlihat sepele beberapa siswa/i gagal menjawab pertanyaan dengan benar yang membuat peserta lain tertawa terbahak.

Berhubung dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, acarapun diakhiri karena waktu sudah menunjukkan pukul 11:00 dan haripun sudah mulai siang. Setelah acara diakhiri, para peserta baru aktif bertanya kepada para panitia. Mereka bertanya tentang sesuatu yang mereka belum mengerti. Mereka juga meminta menginstalkan notebooknya, untuk diisi dengan Linux.

Sekian dulu laporan dari episode pertama, nantikan kelanjutan ceritanya di episode 2. Untuk dokumentasi foto silakan lihat posting sebelumnya.

0 komentar

Posting Komentar

Banner ITC

ukmf-itc
Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!